Data dan Informasi sebagai Pondasi Strategi Politik
Beberapa waktu yang lalu, menjelang tengah malam, kami menerima telepon dari salah seorang rekan yang ada di Indonesia Timur sana. Lama sudah kami tidak bersua. Dan atas nama kesibukan, tukar informasi pun agak jarang dilakukan.
Singkat cerita, melalui komunikasi via telepon… rekan itu menginformasikan kepada kami bahwa sebentar lagi daerah dimana dia tinggal akan melakukan Pilkada. Kebetulan, dia diminta untuk membantu dalam pelaksanaan pemetaan dan analisis politik lokal. Dan… kami pun bertukar informasi mengenai hal ini.
Hmm.. Dunia politik memang selalu menarik untuk diikuti. Walau Pemilihan Umum (Pemilu) memang masih akan digelar pada tahun 2009 nanti, gaung dan auranya sudah terasa saat ini. Selain Pemilu pun, aura Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) – baik kabupaten/kota atau propinsi – pun gencar juga terdengar disana-sini. Tak jarang, terdengar pula kericuhan yang terjadi akibat hasil Pilkada yang tidak memuaskan salah satu pihak.
Terlepas dari bagaimana Pilkada berjalan dan hasil dari Pilkada itu sendiri, saya lebih tertarik dengan apa yang terjadi di belakang layar. Dan satu hal yang menarik saat ini adalah mulai maraknya penggunaan data dan informasi (yang akurat dan bisa dipercaya) sebagai salah satu dasar atau pondasi penentuan strategi politik. Ya, hanya salah satu.. dan masih banyak faktor yang lain.
Pertanyaannya, kenapa data dan informasi ini bisa menjadi dasar penentuan strategi politik? Banyak faktor, dan kompleks sebenernya. Itu kalau menurut saya. Tapi secara garis besar dapat dikatakan bahwa partai pun sudah menyadari akan pentingnya data dan informasi ini. Jika dulu banyak partai banyak yang mengandalkan jaringan dan percaya diri dengan kekuatan yang dimilikinya, tidak demikian sekarang ini. Kepercayaan partai terhadap jaringan dan kekuatan sendiri itu tetap ada, tetapi diperlukan juga melihat sampai seberapa besar kekuatan lawan dan seberapa besar peluang untuk menang itu ada. Bahkan untuk level yang paling bawah, tingkat ranting.
Nah, untuk menghitung kekuatan dan peluang ini tentunya diperlukan data dan informasi yang baik. Data dan informasi yang baik ini harapannya bisa memberikan sumbangsih pada presisi perhitungan kekuatan tadi. Pertanyaannya, sampai sejauh mana tingkat akurasi data dan informasi yang ada itu? Ini yang susah. Bahkan dalam konteks nyata, seringkali dijumpai data dan informasi yang berlubang, alias tidak ada. Dan disinilah seninya. Seni pengolahan dan metodologi penyusunan strateginya.
Pengolahan data dan informasi yang baik, tentunya akan bisa menuntun ke penyusunan strategi yang sesuai pula. Dan strategi yang sesuai, bisa jadi memberikan kemungkinan berhasil yang lebih besar pula. Setidaknya, tetirah (studi) politik kami di beberapa daerah pun (kelihatannya) memberikan gambaran hal ini.
*gambar diambil dari sini















aku kok ra mudeng yaa …
PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN,
DEMOKRASI YANG NYATA DENGAN KEJUJURAN
saya setuju, sudah seharusnya para politisi kita skr mulai beralih pada strategi data, tidak selalu mengandalkan strategi politik uang, bahwa dengan memberi uang kepada konstituen maka tercapai sudah segala tujuannya. itu pemikiran keliru besar. bahwa politik uang harus kita brantas, krn ini awal dari perilaku korup.