Jogja Event: Blogging for Fundraising. Mau?
Dampak dari krisis global tidak hanya pada dunia usaha. Beberapa lembaga donor (lokal dan internasional) pun terkena imbasnya. Sebagian lembaga donor sudah mengubah model kerjasamanya, beberapa lainnya bahkan memutuskan untuk mengurangi dana yang dikucurkan. Akibatnya, banyak organisasi berbasis sosial dan kemasyarakatan (dan selama ini bergantung pada lembaga donor) yang juga terkena efek samping dari krisis global ini.
Mulai pertengahan 2008, saya beberapa kali mendengar bahwa organisasi-organisasi nirlaba ini bingung tentang bagaimana kelanjutan dari program yang sedang mereka jalankan. Efeknya, banyak dari organisasi ini jalan di tempat dan tanpa tahu harus bagaimana.
Kenapa?
Salah satu sebabnya adalah masih lemahnya kemampuan organisasi dalam melakukan income generating activities. Hal ini sering kali terjadi dan sempat saya cermati semenjak saya berkecimpung di Program Kerjasama KADIN DIY – Jateng dengan DIHK (KADIN Nasional Jerman), sampai sekarang. Padahal, kekuatan organisasi nirlaba adalah terletak pada misi dan visi yang diembannya. Plus, dukungan dana sebagai motor penggerak aktivitas organisasi tersebut.
Hampir seminggu yang lalu, salah seorang rekan mengutarakan niatnya untuk menyelenggarakan event lokal yang bertajuk “Blogging for Fundraising”. Tema yang menarik ini rencananya akan kami selenggarakan dalam waktu dekat. Saya sedang memikirkan model dan kebutuhan materinya. Plus, siapa saja yang akan mengisi acaranya.
Tertarik?
Silahkan tinggalkan komentar di bawah. Termasuk jika ada ide dan masukan tentang kebutuhan materi apa saja yang sebaiknya disampaikan.
*gambar diambil dari sini















sumbang kata-kata:
menyitir kata sang guru, selain persoalan teknis, content, content dan content menjadi satu (eh itu ada tiga ya?
) perihal penting yang harus diperhatikan dan dipikirkan betul.
Berpijak pada frase: blog is “personal” branding, maka konten dalam blog adalah pencitraan yang disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan.
Blog memang media yang merdeka untuk menyampaikan pesan. Namun, jika ingin kesan dan citra sesuai dengan tujuan yang dimaksud, nah urusan konten menjadi penting.
*uhuuuuuy, tumben aku komentar serius yaks
btw komentar khusus untuk judul posting ini: mau, mau,mauuuuuuuuuuuuuuuuuuu
ide yg menarik…
Boleh tuh…
mau banget …
bagaimana tetap meng-iklan di blog
tapi gak nyampe muncul kesan
kalau blog itu komersial banget
mengganggu yang baca gitu ..
salam kenal
Bagus banget, Mas. Saya mau ikutan dong. Gimana caranya? Saya tertarik dengan tema beginian untuk membantu kampung halaman saya.
Salam kenal