Episode Negeri Mimpi

Meracik Mimpi, Menapak Langkah di Taman Harapan

Posted by Yainal on Mar 9, 2008 in Otak Indonesia | 5 Comments

Don’t Erase Your DreamMimpi, bagi sebagian orang, adalah harapan. Dan tercapainya sebuah mimpi adalah kebahagiaan tersendiri bagi yang memilikinya. Sayangnya, kita sering kali lupa untuk mensyukuri tercapainya mimpi-mimpi kecil kita itu sendiri. Bahkan, tidak jarang kita lupa bahwa mimpi-mimpi kecil itulah yang menuntun jalan kita sampai tiba pada jalan yang sekarang kita lalui sekarang ini.

Hari ini, Minggu – 9 Maret 2008, adalah hari pertama saya “bekerja” di basecamp kami yang baru. Ya, saat ini kami sedang dikaruniai kebahagian tersendiri. Kami diberikan kepercayaaan untuk menuai salah satu mimpi kami kembali. Sebuah tempat dimana kami bisa berkumpul, berdiskusi dan sekaligus bergandengan tangan bersama untuk kembali berjuang menuai mimpi-mimpi kami yang lainnya. Dan sesuai dengan tempatnya pula, tempat itu adalah Taman Harapan kami.

Atas nama mimpi, we proudly announce that we move our basecamp to Taman Harapan I / B-5, Ngaglik – Sleman, DIY.

Jika ada waktu, pintu kami selalu terbuka untuk menerima kunjungan Anda dan sekaligus menemani Anda bermimpi.

mimpi itu seperti air..
menyegarkan…
lalu dengan kekuatannya
akan menyeret kita ke muara
yang jauh….jauh lebih luas lagi
bahkan kita sendiri pun tak pernah mengira
akan dibawa ke mana…

mimpi itu seperti udara
melegakan
lalu akan diisinya dada kita dengan hembusannya
membuat kita tetap hidup dan bernyawa

mimpi itu seperti debu
peganglah..dia akan cepat menghilang
tapi sisanya masih akan melekat pada tubuh

mimpi itu seperti api
membara
meski tak kentara
ia bagai sekam
jika dipadamkan ia hanya jadi abu
namun jika tak dijaga ia akan membakar habis

mimpi..adalah unsur kehidupan di dunia…

- poem by Lisa and pics from here

Comments

5 Responses to “Meracik Mimpi, Menapak Langkah di Taman Harapan”
  1. icha says:

    kl meracik mimpi pake bawang goreng ga? :p

  2. Yainal says:

    sekalian buat balado? .. :p

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] perjalanan nafas baru saya itu sedikit demi sedikit mulai menunjukkan hasil. Bahkan kami sudah bisa punya basecamp sendiri. Ya.. (kadang) masih terseok-seok memang, tapi tidak mengapa. Itu bagian dari [...]

  2. [...] (terima kasih telah menyimpan cuplikan hidupku kronik ku di sini) [...]

  3. [...] Saya lebih percaya pada kun fa ya kun. Kenapa? Karena saya, dan rekan saya, adalah orang-orang yang berjalan diantara harapan dan impian. Bersama komitmen, dan idealisme yang kami miliki, kami berusaha untuk menggapainya. Seterjal [...]



Leave a Reply