Selamat Datang (di) Republik Kreatif
Awal tahun 2008 (jika saya tidak salah ingat), ada keinginan dari sebagian putra dan putri terbaik dari bangsa ini untuk berbuat sesuatu bagi negerinya. Hampir semua dari mereka saat ini sedang ada di negeri dongeng. Negeri yang hanya dinikmati oleh orang-orang yang beruntung. Poin utama saat itu, ada beberapa gagasan dan ide tentang beberapa model pilot project untuk berbuat sesuatu yang ujungnya bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Salah satu dari sekian banyak ide yang ada saat itu adalah venture capital dan pure business model.
Pertanyaan yang ada di benak kami saat itu, targetnya siapa?
Saya mencoba menggali informasi ini di negeri mimpi ini. Ternyata, hasilnya adalah ada banyak sekali orang kreatif di negeri ini. Sayangnya, jika sudah berhubungan dengan usaha, terlalu banyak orang yang yang berteriak “Saya butuh modal untuk memulai usaha!”. Suara-suara itu seringkali terdengar di telinga saya. Tanpa henti.
Ketika saya saya tanyakan ke mereka, “Apakah modal adalah lokomotif utama dari sebuah usaha?”
Kebanyakan dari mereka ini menjawab dengan lantang, “YA!”.
Hmmm.. Maaf, entrepreunership is about mental and life style.. tidak hanya modal semata.
*****
Kurang lebih setengah tahun yang lalu, saya menghadiri langsung diskusi dengan Sri Sultan Hamengkubuwono X. Disana, terdengar suara tentang keinginan pemerintah DIY sebagai fasilitator untuk pengembangan ekonomi lokal. Dan salah satunya adalah melalui (menghidupkan kembali ide tentang) Pusat Teknologi. Ide yang bagus bagi pengembangan generasi muda negeri ini.
Tapi, bagaimana perkembangannya sekarang?
Terakhir saya dengar, pemerintah DIY (hanya?) membuat buku yang berisikan daftar dan profil para pelaku industri di bidang teknologi informasi. Plus, dideklarasikannya Forum Masyarakat Teknologi Informasi Yogyakarta. Dan sampai saat ini, saya belum mendengar perkembangannya lebih lanjut. CMIIW…
*****
Di akhir tahun 2008, saya mendengar bahwa negeri ini mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Kreatif Indonesia. Bagi saya pribadi, ini adalah angin segar. Sayangnya, meski usia hari sudah menjelang akhir Januari, saya belum banyak mendengar tentang aktivitas yang berhubungan dengan pencanangan Tahun Indonesia Kreatif tersebut. Hal ini, tentunya jauh berbeda ketika negeri mimpi ini mencanangkan program Visit Indonesia Year 2008.
Untuk itulah, Republik Kreatif saya proklamasikan. Sebagai salah satu media untuk berbagi, bercerita dan berkumpul dengan kata kunci “kreatif”.
SUARA tidak akan terdengar jika TIDAK DIDENGAR.
IDE tidak akan berguna jika TIDAK DIEKSPRESIKAN.
Dan PERUBAHAN tidak akan terjadi jika TIDAK ADA yang BERTINDAK.
So.. Lets make some noise, creation and action in REPUBLIK KREATIF!















Hanya ada satu kata: kreatif!
Hmmm……
saya tiga kata Mbak Icha: kreatif… kreatif… kreatif…
kreatif dengan berhijrah… ‘menaklukan’ negeri bandung
Dan hanya ada satu frase: kutunggu kreativitas Anda selanjutnya, okai Mas Yainal ?!
Wah bertambah lagi nih situs kreatif di indonesia,…
Salam kreatif wae…
jenang merahnya mana kok nggak sampai di altar?
keep creatif wae lah….
Semoga Republik Kreatif dapat menjadi Republik dengan tindakan nyata…
“Tekad yang kuat menghasilkan tindakan nyata”
yupe Bang… 2, 3 hari pertama langsung sakit… hehehe
senang bisa menemukan blog orang kreatif ini. semoga tetap eksis ya. smgt!!
salam kenal dulu ya