Jangan Takut untuk Bermimpi

SCENE 1:
EXT. DEPAN RUANG KELAS SMAN 1 LAMONGAN, JAM ISTIRAHAT (AKHIR 1993)
“Apaan tuh?“, tanya Suryono, sahabat saya, ketika menyaksikan amplop tebal coklat yang saya pegang.
“Lamaran.. “, jawab saya singkat.
“Lamaran apa?”, tanyanya kembali.
“Hehehe.. mo coba uji keberuntungan, lamar beasiswa ke Singapura.. ada iklannya tuh di Jawa Pos“, jawab saya sambil nyengir.
“Makan-makan ya ntar jika dapet.. “, celetuk teman yang lain ketika mendengar pembicaraan kami.
“Hahaha.. kamu ini mikirnya makan mulu.. “, kata saya sambil tertawa.
******
Oleh-Oleh (Tertunda) dari 60th BC Anniversary
“Creating Opportunity Worldwide“, kalimat itu selalu tertera pada bagian bawah (signature) dari setiap email yang saya terima dari British Council (BC). Dan membaca kalimat tersebut, saya pun kembali teringat pada kalimat yang hampir sama dan juga selalu tertera pada setiap email dari mantan dosen dan rekan kerja saya. Kalimat tersebut adalah “Solution for the future of the world: technology and worldwide cooperation”. Hmm.. worldwide huh?
Sekian jengkal waktu yang lalu, 28 Agustus 2008, saya berkesempatan menghadiri perayaaan ulang tahun BC ke 60 yang dilaksanakan di Golden Ballroom – Sultan Hotel, Jakarta. Selain mendapatkan undangan sebagai salah satu dari 3 besar finalis BC Blogging Competition, saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk melihat sampai sejauh mana perkembangan kerjasama yang terjalin antara 2 negara, Indonesia dan Inggris. Dan disinilah menariknya..
Mampukah Satu Orang Merubah Dunia?
Salah satu survei kecil-kecilan yang dilakukan oleh Stephen J. Dubner – penulis buku Freakonomics – menyatakan bahwa sebagian besar pembaca blog Freakonomics di New York Times memfavoritkan Obama dibandingkan McCain. Tidak tanggung-tanggung, 3 berbanding 1. Masalahnya, Steven D. Levitt – rekan Dubner, penulis buku Freakonomics juga – ketika melihat hasil survei kecil-kecilan itu mengungkapkan pendapat yang berbeda. Rupanya, dia melihat dari sisi yang lain. Dan dari sisinya, dia menyatakan bahwa sebanyak 2 dari 9 pemilih McCain adalah orang yang curang dan hanya 3 dari 31 pemilih Obama yang curang. Kesimpulan ini, membuat saya tersenyum. Menarik!
Lalu, apa hubungan semua hal di atas dengan Indonesia?

Untuk menjawab hal itu, saya mulai dengan mengajukan pertanyaan ”Siapa para pemegang keputusan negeri ini?” kepada 5 orang yang berbeda di sebuah angkringan. Dengan tidak serentak, semuanya menjawab dengan jawaban yang sama: Pemerintah. Hasil ini, meski hanya potret sekilas, saya rasa juga mewakili pikiran dari banyak penduduk negeri ini. Tapi, sadarkah Anda bahwa SAYA adalah salah satu pemegang keputusan di negeri ini?
Belajar dari Kontroversi Sang Kolaborator
”Aku akan melakukan kerja sama sekalipun dengan setan yang terkutuk, jika hal itu membantu kemerdekaan negeriku” – Soekarno
Kata-kata diatas tertulis (dengan indah) di salah satu buku yang (sudah) saya baca, Kontroversi Sang Kolaborator (hal. 92). Dari sekian banyak buku yang tergeletak, buku ini kembali mewarnai hari-hari di minggu kemarin. Saya memang sudah membaca buku itu beberapa waktu yang lalu. Dan saat itu, aktivitas membaca itu lebih banyak saya lakukan atas nama tuntutan telusur sejarah. Tidak lebih.
Lalu, kenapa baca lagi? Cari ide dan insight baru! Itu jawabannya.
”Elok tenan.. mumet kok malah baca buku. Mbok yo dugem atau apa gitu.. lebih keren dikit”, kata teman saya.
”Wangun toh… ”, jawab saya singkat.
Blog Action Day 2008 + Pesta Blogger 2008 = The Netizens Movement
Pesta Blogger 2008 sebentar lagi akan dilaksanakan untuk kedua kalinya. Untuk kali ini, tema yang diusung adalah ”Blogging for Society”. Dan menurut rencana yang ada, acara akan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2008 nanti. Acara yang disusun pun meriah, melibatkan komunitas blogger yang ada di beberapa kota dari Bali hingga Jakarta.
Di belahan dunia yang lain, kegiatan yang serupa juga dilakukan. Kegiatan yang bernama Blog Action Day 2008 ini juga untuk kedua kalinya dilaksanakan. Jika pada tahun 2007 yang lalu, kegiatan ini mengusung tema peduli kepada lingkungan, maka pada tahun ini tema yang diusung adalah ”Poverty”. Seirama, dan tidak jauh-jauh amat dengan tema dari Pesta Blogger 2008.
”Hidup tidak sekedar perbuatan!”, kata teman saya.
”Lho kok bisa?”, tanya saya.














