Belajar dari Alam, Oleh-Oleh dari Wisata dengan Huruf L
“Selalu ada pengalaman menarik dan unik dalam setiap perjalanan, terlebih jika itu adalah perjalanan jiwa..”
Kalimat itu pernah saya ucapkan kepada seorang teman, kawan dan sahabat. Entah dimana, lupa. Kalimat itu teringat di benak saya kembali ketika saya selesai melakukan perjalanan dan berwisata dengan huruf L beberapa waktu yang lalu. Begini ceritanya….
Awal minggu yang lalu, saya melakukan perjalanan kembali ke bumi laskar Jaka Tingkir. Tidak seperti biasanya, kali ini saya memilih untuk naik bis dan menelusuri jejak perjalanan yang dulu pernah saya lalui ketika awal masa kuliah di Jogja. Berangkat malam hari dari Jogja menuju Surabaya dan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke tujuan. Tidak banyak yang saya petik dalam perjalan pertama ini. Sejauh mata dan hati ini mengamati, saya hanya melakukan kilas balik terhadap apa yang sudah pernah jalani dulu. Hmm.. dunia sudah berbeda dengan apa yang saya alami dan rasakan dulu.
Ramadhan, Antara Negeri Dongeng dan Negeri Impian
Setiap sebelum Ramadhan, semenjak di negeri dongeng, saya selalu ingin memulai sesuatu yang berbeda. Saya ingin membuat Ramadhan yang akan saya jalani memiliki makna yang berbeda dengan Ramdhan sebelumnya. Entah itu dari sisi spirutual, kehidupan pribadi, sosial ataupun dari sisi lainnya lagi. Dan jika banyak orang beresolusi di awal pergantian tahun masehi, secara pribadi, saya memilih Ramadhan.
Ya, sebagai manusia, saya memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Saya juga tidak pernah tahu apakah saya masih bisa menikmati Ramadhan berikutnya. Meski begitu, adalah kewajiban saya sebagai manusia untuk berencana dan berusaha dan Tuhan Sang Penguasa Alam yang meridhoinya. Setidaknya, itulah salah satu makna Ramdhan di diri saya.
Pendekar Kipas Pelangi
Cuaca pagi itu cerah sekali. Langit di atas desa Kaliurang putih kebiruan. Angin segar bertiup sepoi-spoi basah. Lapat-lapat di kejauhan terdengar riak arus kali kecil, salah satu anak sungai yang mengalir dan menyuburi desa Kaliurang.
Di salah satu tanah menurun di pinggiran barat desa, dua anak lelaki duduk di atas dua ekor kerbau. Mereka berusia antara empat dan enam tahun. Tubuh mereka walau kecil tapi tegap dan pipi mereka kelihatan merah segar pertanda keduanya memiliki badan yang sehat. Sambil menunggal kerbau, keduanya bercakap-cakap dan sesekali diselingi gelak tawa ceria.
“Kakak Adisaka, dua hari yang lalu kau menjanjikan untuk membuatkan puput dari batang padi untukku. Apakah saat ini kita menuju ke sawah mencari batang padi?“
Creative Theme Day #2 : Janji Komisi Payment Union
Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 sudah dekat. Sejuta janji, sejuta impian sudah dikeluarkan. Tak lupa, sejuta cacian pun kadang muncul dari masing-masing pendukung sang kandidat Presiden. Capek? Bosan? Tunggu dulu…
Terinspirasi dari tayangan kampanye di televisi, beberapa kali debat calon presiden dan juga aktivitas rutin dari rekan-rekan penggiat online earning, maka dengan bangga saya menyatakan akan mencontreng calon presiden yang mau memenuhi janji segar dibawah ini. Selengkapnya »
15 Quote Asyik dari Status Update Facebook Minggu Ini
Facebook, jejaring sosial yang lagi populer itu memang memberikan keasyikan tersendiri. Nah bagi saya, atau mungkin juga bagi temen-temen yang lainnya, berlaku prinsip bahwa “Your facebook status is your work of art…”. Lebih dari itu, status update yang dipampang oleh rekan-rekan adalah media pengikat bahwa kami saling terkoneksi satu sama lain meski jarak berbeda.
Dan dalam seminggu ini, ada quote menarik yang ditulis oleh teman-teman. Dan sebagai bahan renungan, berikut ini 15 status update Facebook yang paling asyik (a la saya). O iya, jika ada yang berkeberatan informasi status update ini saya pasang di blog, silahkan hubungi saya dan saya akan menghapusnya.














