Secangkir Kopi Itu Bernama Etnography
Tiada hari tanpa kopi!
Setidaknya itulah bagian dari “ritual” kehidupan yang saya jalani. Oleh karena itu, ketika bertemu dan ditawari untuk memesan minuman oleh Amalia Maulana, saya pun tanpa sungkan lagi memesan kopi hitam kegemaran saya. Dan sambil menunggu pesanan kopi hitam saya datang, obrolan demi obrolan pun mewarnai diskusi segar saya bersama sang Etnographer pada Jum’at malam (20 Maret 2009) yang lalu.
O(h) Mami… Oblong Itu Menyehatkan…
Kaos (oblong) apa yang Anda pakai hari ini?
Kenapa Anda memakai kaos (oblong) itu? Asal pilih? Mau ketemu gebetan? Atau karena punya cerita tersendiri?
Ya, oblong adalah kekuatan jaman. Oblong adalah suara generasi. Oblong pun bisa jadi suara hati (yang terpendam). Bahkan tidak jarang, oblong pun menjadi simbol dari kekuatan untuk menentang sesuatu yang mapan, formal dan resmi. Intinya, oblong adalah bagian dari gaya hidup. Bagian dari identitas diri. Cowok dan cewek. Tidak ada spealisasi gender.
Ekspor Otak (Indonesia) ke Jerman. Berminat?
Jerman identik dengan negara industri dan gudangnya para teknokrat. Namun, krisis ekonomi global yang tidak kunjung reda, tampaknya memaksa Jerman harus berhemat. Mungkin inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa negara tersebut mulai melirik tenaga ahli Indonesia, terutama untuk ditugaskan di wilayah Asia-Pasifik.
Adalah Germako GmbH, perusahaan yang memulai terobosan baru dalam perekrutan tenga kerja ini. Bersama dengan AIPSE, yaitu sebuah organisasi profesional Indonesia yang berdomisili di Jerman, Germako kini tengah berburu tenaga kerja Indonesia yang memiliki kualifikasi tinggi.
Bersaing Dengan Mahasiswa dan Sarjana. Siapa Takut?
Lebih dari sebulan sudah, jika saya tidak salah ingat, dua orang siswa itu menginjakkan kaki di Jogja. Lepas dari hiruk pikuk dan dinamika ibukota dan menyesap atmosfer Jogjakarta. Sebulan lebih sudah dua orang siswa menjadi bagian dari tim kecil kami. Bernafas dan hidup dalam ritme kerja yang kami punya dalam menyusuri jejak-jejak maya.
Muklis dan Yono, begitu kami memanggil mereka. Mereka berdua adalah siswa dari SMK Informatika Utama Depok, sebuah sekolah GRATIS yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu. Seminggu sebelum mereka berdua menginjakkan kakinya di bumi Jogja, saya sengaja berkunjung ke SMK tersebut. Saat itu, tujuan saya sederhana. Ingin bertemu sahabat saya, sekaligus bertatap muka dengan dua orang siswa yang akan magang di Jogja selama 3 bulan itu.
Heidelberg Technologiepark, The Story Behind
Ah..Yang ku mau
Kau ada disini, nyata disini..
Didepan kastil tua Heidelberg
Tanda cinta Pangeran pada sang Putri
Nikmati anggur merah manis dibawah kastil
Kuberkhayal bersulang denganmu
- Oppie Andaresta, Holiday Sendiri
Penggalan lagu yang dinyanyikan oleh Oppie sekian tahun silam itu langsung teringat di benak saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Heidelberg. Sebuah kota tua yang terhampar di lembah Neckar negeri dongeng sana. Kota dengan kemegahan kastilnya ini memang jadi salah satu simbol sejarah dari Jerman. Dan meski tua, jangan pernah anggap Heidelberg jauh dari modernitas. Tidak percaya? Simak saja salah satu pernik yang ada didalamnya, Pusat Teknologi Heidelberg.














