Komunikasi Tulalit Pendidikan, Tanggung Jawab Mahasiswa Juga?
Meski saya termasuk orang yang tidak mengagungkan gelar, saya percaya bahwa STUDI dan KARIR adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain.
Tidak percaya?
Silahkan ambil surat kabar yang terbit hari ini dan carilah iklan mengenai lowongan kerja. Jika sudah sudah menemukannya, cobalah baca semua lowongan yang tersedia disitu. Lalu, cobalah pula hitung berapa banyak lowongan kerja yang mencantumkan syarat pendidikan minimal – baik itu yang mensyaratkan SMA/SMU/SMK, D2, S1, S2 sampai S3.

Masalahnya, dalam surat kabar yang sama, kita juga mungin akan menemukan berita tentang tingginya tingkat pengangguran. Ribuan lulusan yang dihasilkan oleh sekian banyak lembaga pendidikan masih pula menganggur. Apa yang salah?
BAD 2008: Don’t Wash Up Your Hand from Poverty
I admit. I like to keep my hand clean, but not today. I just don’t want to wash up my hand from poverty.. not now…

Note:
Ini hari yang istimewa.. selain Blog Action Day 2008: Poverty, hari ini juga ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia…
Putra, Sang Programmer

Pemuda itu masih terduduk diam di depan layar laptop bulukan milik saya. Terlihat serius. Dan dengan wajah yang terlihat sedikit kusut pula. Sama sekali tak terlihat tanda-tanda keceriaan di matanya.
“Hmm.. apakah kode-kode pemrograman yang sedang disusunnya itu sudah begitu memusingkan kepalanya? Ah sudahlah.. saya tidak ingin mengganggu kenikmatannya ber-coding ria!“, pikir saya.
Putra, begitu saya menyebutnya. Tiga kali sudah ia datang ke Jogja. Dan kali ini, saya memang sengaja memintanya datang dengan alasan deadline kerja. Salah satu alasan paling ampuh yang bisa memaksanya datang. Maklum, dia masih kuliah dan sibuk juga berorganisasi. Meski masih terhitung muda, saya sudah bisa mempercayainya sebagai salah satu lead programmer dalam urusan kerjaan yang berhubungan dengan coding.
Mudik Asyik a la Petruk dan Gareng

SCENE 3:
EXT. EMPERAN DEPAN SURAU PADEPOKAN
Jemaah sholat tarawih sudah banyak yang pulang, hanya tinggal beberapa orang saja yang ada di dalam surau dan bertadarus. Sementara itu, di emperan surau depan, Gareng terlihat sedang duduk. Termenung. Petruk pun hanya bisa diam, menunggu kesempatan untuk bisa berbicara.
“Truk, bentar lagi kan Lebaran.. ” kata Gareng membelah kesunyian diantara mereka berdua.
“Ho oh.. emang kenapa?, kata Petruk.
“Kamu mudik nggak tahun ini?“, tanya Gareng kembali.
“Mudik dong Reng.. ini kan kesempatan setahun sekali..“, jawab Petruk.
“Aku bingung Truk… mumet aku.. mumet tenan… “, kata Gareng.
“Kenapa?“, tanya Petruk.
“Gimana ya caranya agar mudik kita itu bisa asyikk? Itu yang kupikirkan…“, kata Gareng.
5 Tips Segar Jualan Ide
IDE CEMERLANG JANGAN CUMA DIPAJANG!
Kurang lebih, itulah slogan dari iMULAI – suatu ajang kompetisi dan penghargaan inovasi solusi bisnis yang diadakan oleh USAID, SENADA dan Microsoft. Dan membaca ulang slogan tersebut, saya pun mengamininya. Kenapa? Karena ide, secemerlang apapun itu, jika hanya dipajang maka tidak akan memberikan nilai, apalagi perubahan ataupun manfaat. Baik bagi kita sendiri sebagai pemilik ide, ataupun bagi orang lain sebagai (calon) penikmat (implementasi) ide tersebut.
Sabtu malam kemaren, 13 September 2008, bertempat di Melting Pot (Ring Road Utara Jogja), digelar event menarik yang bertajuk “Ngopi Bareng Para Penjual Ide Segar“. Dan saya, sebagai salah satu penjual ide, pun berkesempatan mengikuti acara tersebut. Cukup ramai dan meriah, jika Anda bertanya mengenai acara yang menghadirkan M. Arief Budiman (Petakumpet) ini. Tapi maaf, saya kali ini tidak bercerita tentang detail acaranya. Untuk laporan pandangan mata, ini tugas Mas Iqbal saja… Hehehe…














