No posts found. Try a different search?
Random Articles from Yainal.Web.Id My Wild Pleasure of Exploration
Work 2.0, Working with the Virtual Team
Category: Virtual Work
Want to become an expert at “virtual” business management? Or you just often work with “virtual team” and have several problems with it? Don’t worry, you’re not the only one! In my works, I have mine also.. Actually, My Global Career already provided a self-guided Career Primer by Colleen Garton, author of Managing Without Walls. But let me write it up again and it mixed...
Creative Worker atau Knowledge Worker?
Sekitar enam – tujuh tahun yang lalu, saya pernah (dengan bangganya) menempel label Knowledge Worker sebagai embel-embel dari status pekerjaan di kartu nama saya. Bukan apa-apa, saya tidak bekerja dalam satu perusahaan/lembaga tertentu dan kebanyakan juga independen. Terlebih, dalam pekerjaan yang dilakukan pun memang banyak yang memanfaatkan ilmu, pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki....
Oleh-Oleh dari Jalan Bareng bersama Para Calon Entrepreneur Muda Indonesia
Bagi sebagian orang, akhir minggu adalah waktunya beristirahat ria, melepaskan semua lelah dan mencoba mengumpulkan energi baru untuk awal minggu berikutnya. Sayangnya, dua-tiga minggu terakhir ini saya tidak bisa melakukannya. Ada beberapa deadline pekerjaan (dadakan) yang mau tidak mau merampas waktu yang ada. Akhir minggu kemarin seharusnya sama dengan akhir minggu yang lain, berkutat dengan...
Internet bagi UKM? Harus!
Dalam Business Development Workshop kemaren hari, materi tentang pemanfaatan teknologi informasi (terutama internet) adalah salah satu materi yang (paling) ditunggu oleh peserta. Materi dadakan dan tidak ada dalam silabus pelatihan sebenernya, tapi malah ini yang dibutuhkan oleh para peserta. Untuk itu, saya dan M. Ridwan (KKB DIY) pun kembali bertandem ria dan bersama-sama memberikan materi...
Study is Boring, but Learning is FUN
Bagi sebagian orang, belajar di luar negeri konon cenderung bisa meningkatkan standar gaji kita kelak. Sebab utamanya adalah mutu gelar yang diraih. Memang sih bukan jaminan bahwa lulusan luar negeri memiliki kemampuan dan kecerdasan lebih tinggi ketimbang lulusan dalam negeri. Tapi apa boleh buat beberapa company di Indonesia memang masih overseas minded. Masalahnya, benarkah mereka yang belajar di...
Berjalan dengan Orang-Orang Gagal
Sebut saja namanya Udin, dia salah satu teman saya dari kecil. Dua tiga tahun ini saya tidak mendengar kabarnya lagi, sampai ketika Ibu saya memberitahu bahwa beliau baru saja bertemu dengan Udin di depan rumah ketika sedang membeli sego boran, makanan khas kota saya. Maklum, depan rumah saya adalah salah satu tempat favorit orang berjualan soalnya.
Secangkir Kopi Itu Bernama Etnography
Tiada hari tanpa kopi! Setidaknya itulah bagian dari “ritual” kehidupan yang saya jalani. Oleh karena itu, ketika bertemu dan ditawari untuk memesan minuman oleh Amalia Maulana, saya pun tanpa sungkan lagi memesan kopi hitam kegemaran saya. Dan sambil menunggu pesanan kopi hitam saya datang, obrolan demi obrolan pun mewarnai diskusi segar saya bersama sang Etnographer pada Jum’at malam (20...
Belajar dari Kota Laba-Laba, Spider Town
Tahu film Spiderman? Terserah, yang mana aja. Pernah menontonnya? Saya pernah. Bahkan, saya pun sedikit banyak belajar dari film tersebut. Nah sekarang, bagaimana kalau Spider Town? Pernah mendengarnya? Belum? Jangan khawatir! Saya pun ketika pertama kali mendengarnya berkomentar, “Emang beneran ada?”. Dan daya tarik nama itulah yang membuat saya semain penasaran mengunjungi Spider Town....
Belajar dari Semangat Juang Para Insinyur Jerman
Republish from AIPSE and Republika Perkumpulan Insinyur Jerman (Verein Deutscher Ingenieur) pada hari Jum’at, 12 Mei 2006 genap berusia 150 Tahun. Selama 1,5 abad tersebut tidak terhitung sumbangsih mereka terhadap kemajuan negara Jerman, yang mungkin diantaranya ada yang bisa diambil manfaatnya oleh para tenaga ahli Indonesia. Dengan anggota sebanyak 128.000 orang mereka telah menjadi sebuah perkumpulan...
Oleh-Oleh dari Jawa Timur: Pilkada, Air, Sampah dan Limbah
Semenjak pertengahan minggu kemarin, kaki ini kembali menapakkan jemarinya di bumi Jogja. Sepuluh hari terlewati sudah, tanpa terasa. Selama sepuluh hari itu, saya (dan rekan) kembali bersahabat dengan debu, asap kendaraan bermotor dan taburan dari sinar matahari yang sedang garang-garangnya di musim kemarau ini. Dalam sepuluh hari itu pula, kami menyusuri jalan yang membentang mulai dari Jogja,...














