Ekspor Otak (Indonesia) ke Jerman. Berminat?
Posted by Yainal on Mar 3, 2009 in Otak Indonesia, Stop Press!, Study and Career
Jerman identik dengan negara industri dan gudangnya para teknokrat. Namun, krisis ekonomi global yang tidak kunjung reda, tampaknya memaksa Jerman harus berhemat. Mungkin inilah yang menjadi salah satu faktor kenapa negara tersebut mulai melirik tenaga ahli Indonesia, terutama untuk ditugaskan di wilayah Asia-Pasifik.
Adalah Germako GmbH, perusahaan yang memulai terobosan baru dalam perekrutan tenga kerja ini. Bersama dengan AIPSE, yaitu sebuah organisasi profesional Indonesia yang berdomisili di Jerman, Germako kini tengah berburu tenaga kerja Indonesia yang memiliki kualifikasi tinggi.
Kerjasama antara Germako–AIPSE tersebut disepakati dalam rapat tahuan AIPSE yang diadakan pada 28 Februari di Bohn, Jerman. Dalam kesepakatan kerjasama ini, AIPSE dipercaya untuk melakukan penyaringan dan rekruitmen awal terhadap tenaga ahli Indonesia yang berpotensi.
Pada rapat tahunan yang dihadiri hampir semua jajaran pengurus AIPSE ini, disahkan pula rencana seminar & workshop tentang entrepreneurship yang akan diadakan di empat kota besar di Jerman yaitu Berlin, Hamburg, NRW dan Frankfurt. Untuk mengisi acara ini, AIPSE akan mengundang seorang enterprenuer yang berpengalaman dan terkenal dari tanah air.
Training ini sendiri terselenggara berkat dukungan AGEF (Arbeitgruppe Entwicklung und Fachkräfte), yaitu sebuah organisasi non-profit di Jerman yang bergerak dalam bidang pengembangan sumber daya manusia.
Selain dua kesepakatan tersebut, rapat tahunan pengurus diselingi pula dengan forum teknologi. Dalam forum ini AIPSE mengundang pakar Indonesia yang berkerja di German untuk mempresentasikan karyanya. Pada kesempatan kali ini, Dr rer.net Heru Susanto yang juga seorang peneliti dari Universitas Duisburg-Essen, memaparkan hasil penelitiannya di bidang membran. Dari hasil diskusi, telah disetujui pula gagasan tentang peluncuran proyek sosial berbasis teknologi, seperti pengolahan air minum diwilayah banjir & pengolahan limbah untuk UKM, yang akan diterapkan ditanah air.
Priyanto (Mahasiswa S3, Universität Duisburg-Essen)
pri.supriyanto@googlemail.com
- sumber: Inilah.Com












Informasi yang sangat menarik. Ternyata otak-otak Indonesia laris manis di Jerman. Memang kelihatannya Jerman merupaka salah satu negara sahabat yang paling menghargai otak-otak Indonesia.Sejak generasi protoptipe otak Habibie hingga kini entah sudah generasi yang ke berapa. Semoga hal ini dapat jadi motivator bagi kawua muda Indonesia untuk terus mengembangkan kreativitasnya. Salam saya untuk sahabat Yainal dan Priyanto. Bravo Republik Kreatif, bravo Indonesia Raya.
Ki Dhalang Sulang | Mar 15, 2009 | Reply