Episode Negeri Mimpi

O(h) Mami… Oblong Itu Menyehatkan…

Posted by Yainal on Mar 19, 2009 in Stop Press! | 5 Comments

Omami, Obrolan Malam Minggu Oblong PowerKaos (oblong) apa yang Anda pakai hari ini?

Kenapa Anda memakai kaos (oblong) itu? Asal pilih? Mau ketemu gebetan? Atau karena punya cerita tersendiri?

Ya, oblong adalah kekuatan jaman. Oblong adalah suara generasi. Oblong pun bisa jadi suara hati (yang terpendam). Bahkan tidak jarang, oblong pun menjadi simbol dari kekuatan untuk menentang sesuatu yang mapan, formal dan resmi. Intinya, oblong adalah bagian dari gaya hidup. Bagian dari identitas diri. Cowok dan cewek. Tidak ada spealisasi gender.

Saat ini, di saat musim rame kampanye, oblong pun mengambil peran tersendiri. Sebagai atribut dari partai-partai peserta pesta demokrasi terbesar sejagat itu. Dan entah berapa duit yang diikucurkan dari masing-masing partai (dan caleg-calegnya) untuk urusan yang satu ini. Walhasil, efek rejeki berantai pun dinikmati oleh para penggiat oblong. Mulai dari hulu sampai hilirnya.

Nah, untuk mengupas masalah peroblongan ini, Dagadu Djogdja kembali menggelar O(h) Mami, Obrolan Malam Minggu dengan tajuk “OBLONG POWER”. Kali ini O(h) Mami akan dilaksanakan di Djendelo Café, Toga Mas, yang terkenal dengan Kitab Pemoas Dahaga-nya itu. Ada Paman Tyo yang akan hadir disana. Plus, A. Noor Arief (Direktur Dagadu Djokdja), Ong Hari Wahyu (Desainer Grafis kawakan) dan juga Dedi a.k.a. Rockin Visual (Dreative Director Petakupmpet). Acara akan dilaksanakan Malem Minggu besok, 21 Maret 2009. Mulai tpukul 19.00 malem teng, saat jam apel dimulai… dan (direncanakan) selesai tpukul 22.00…saat jam berkunjung selesai. Saat yang tepat buat pelarian para jomblong kan?

Oiya.. gratis dab! Full kudapan dan door prize juga!

*Dab.. dibilangin jangan balik ke Bandung dulu kok ndak percaya.. :p

Comments

5 Responses to “O(h) Mami… Oblong Itu Menyehatkan…”
  1. andik says:

    melu ah,…

    puas kah?

  2. alfa says:

    Kaos Oblong, Its trully merakyat, tetapi tetap menunjukkan kelasnya. mohon maaf, karena kelas perut tetap menonjol. mana yang “sukses” dengan perutnya, mana yang flat dan mana yang kelas proletar marginal dengan tulangnya yang menusuk keluar oblong.

    pak kepala sekolah dah masuk kategori sukses yang mana? .. :)

  3. Icha says:

    Jomblong…jomblo pecinta oblong…hehehehhe

    tiket jogja satu bos :p

    bukannya dah ada jadwal yang lain? .. :p

  4. Lho lha piye, kapan aku mulihe terus…

    *mbuka jadwal kereto* Haha!

    lha.. kok ndak jadi datang ke jogja lagi?

  5. hasyim says:

    Oblong… nyaman, simple, ngga pake ribet

    salam oblong’ers….

    keliatannya oblong a la bandung juga oke tuh syim.. :)

Leave a Reply