Episode Negeri Mimpi

Bersaing Dengan Mahasiswa dan Sarjana. Siapa Takut?

Posted by Yainal on Feb 21, 2009 in Study and Career | 12 Comments

SMK Informatika Utama DepokLebih dari sebulan sudah, jika saya tidak salah ingat, dua orang siswa itu menginjakkan kaki di Jogja. Lepas dari hiruk pikuk dan dinamika ibukota dan menyesap atmosfer Jogjakarta. Sebulan lebih sudah dua orang siswa menjadi bagian dari tim kecil kami. Bernafas dan hidup dalam ritme kerja yang kami punya dalam menyusuri jejak-jejak maya.

Muklis dan Yono, begitu kami memanggil mereka. Mereka berdua adalah siswa dari  SMK Informatika Utama Depok, sebuah sekolah GRATIS yang diperuntukkan bagi mereka yang tidak mampu. Seminggu sebelum mereka berdua menginjakkan kakinya di bumi Jogja, saya sengaja berkunjung ke SMK tersebut. Saat itu, tujuan saya sederhana. Ingin bertemu sahabat saya, sekaligus bertatap muka dengan dua orang siswa yang akan magang di Jogja selama 3 bulan itu.

Ketika pertama kali bertemu, sikap malu masih tampak di diri mereka berdua. Bahkan, sahabat saya, yang notabene adalah sang Bapak Kepala Sekolah, sempat berpesan kepada saya, “Kalo masalah kemampuan sih aku bisa jamin Nal. Cuman mereka kurang gaul.. kurang percaya diri…”. Hehehe…

Saat ini, lihatlah mereka berdua. Mereka tumbuh dalam tim kecil yang kami punya. Ya, tim kecil kami tidaklah sebesar tim-tim besar a la Jakarta. Namun, kami percaya Jogja punya jiwa yang jauh berbeda dengan Jakarta atau bahkan jiwa dalam perusahaan besar ternama. Dan melalui proses belajar dalam realitas kehidupan sebenarnya, saya yakin mereka bisa tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dibandingkan yang lainnya. Terlebih, tidak perbedaan perlakuan dalam sebuah tim. Magang atau tidak, sama saja. Kemampuan dan keahlian adalah kunci utamanya.

Memang, dengan kapasitas yang mereka miliki, kami belum bisa berharap banyak. Waktu sebulan masihlah kurang untuk membuat mereka berkembang lebih. Meski begitu, dalam sebulan terakhir ini, mereka berdua sudah banyak membantu tim kecil yang kami punya. Menjadi bagian dari tim kecil dalam keseharian profesionalitas yang ada, tanpa terlihat bahwa mereka sebenarnya masih siswa kelas 2 SMK. Hebat kan?

Iseng-iseng, mengingat latar belakang mereka di SMK tersebut, saya pun pernah sekali bertanya kepada mereka. “Ntar setelah selesai sekolah, kalian mo kuliah atau kerja?”, tanya saya waktu itu.

Dengan earphone di telinga, Muklis spontan menjawab, “Kerja dulu Mas. Ntar duitnya buat kuliah”. Sementara Yono cuman bisa tersenyum kecil mengiyakan jawaban rekannya itu.

Hehehe.. jawaban spontan yang menurut saya pantas ditiru oleh para mahasiswa. Tirulah semangat yang dimiliki oleh dua orang pendekar muda ini. Tidak pantang menyerah terhadap satu kondisi yang membatasi diri dalam berkreasi. Salah seorang sahabat di milis alumni bahkan berkata, “Kehidupan tak akan lebih indah jika tidak ada masalah dan keterbatasan. Hanya pegadaian yang dengan pedenya memakai slogan menyelesaikan masalah tanpa masalah”.

Note:

Awal Mei nanti, SMK Informatika Utama akan mengadakan pelatihan kewirausahaan bagi para siswa kelas 12 yang sudah melakukan ujian nasional dan kelas 11 yang sudah magang. Ada yang mau nambahin jadi donator? Silahkan hubungi sang Bapak Kepala Sekolah, Danang Iswantoro, S.T.

Comments

12 Responses to “Bersaing Dengan Mahasiswa dan Sarjana. Siapa Takut?”
  1. Luthfi says:

    mas yainal, hidup memang harus di perjuangkan, karena kehidupan tidak tercipta begitu saja melainkan harus diciptakan. maka dari itu, manusia banyak mengambil jalan sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Sesuai dengan pameo “banyak jalan menuju roma”.

    banyak jalan menuju janti juga? … :)

  2. Maz Iqbal says:

    Hehe, selamat mas, anda telah membuat saya termenung selama beberapa menit setelah membaca tulisan diatas. Terbesit dalam hati, begitu banyak potensi dalam diri saya yang belum saya eksplorasi dan terapkan.

    Seseorang akan berkembang dan berhasil dalam hidupnya jika dia cinta akan pekerjaannya dan berkompeten di bidangnya. Saya jamin, dia akan menjalaninya dengan segenap hati bak melayani istrinya..ha..ha..ha..
    IMHO….

  3. Maz Iqbal says:

    Oh y, buat yono dan muklis, klo mau beli helm di daerah kotabaru banyak…biar lo2 pada kagak besar kepala…
    wakakakak…piss bang

  4. icha says:

    Yono dan Mukhlis, sudah belajar apa saja dari Jogja?

  5. herlin says:

    Hmmm…. yg udh jd org jogja niee,,smpe lupa plang y????

    sukses deh yaa

  6. learn…
    every day every time every where

    indeed.. :)

  7. Ummu Faqih says:

    Buat anak-anakku, belajarlah dari kehidupan yang keras ini. Teruslah berjuang karena hidup ini tidak akan pernah berhenti !
    ” Hai orang-orang yang beriman, bekerjalah kamu dengan kesungguhan hati seolah-olah kamu akan mati esok ”
    Pesan ibu:lihatlah proses bukan hasil

  8. alex says:

    bagus-bagus…
    yon,klish jangan lupa oleh-olehna..
    and jangan pelit ilmu…

  9. wiwid says:

    ini web buatan siapa kalo yono ama muklis ya bagus juga tetep semangat yoooo

  10. jojo says:

    Saya baru kali ini, masuk ke blog ini, isinya bagus, apalagi ada kata – kata yang sangat berkesan buat saya “Kehidupan tak akan lebih indah jika tidak ada masalah dan keterbatasan”. itu benar dan sy rasakan sendiri, semua masalah, kesusahan, dan tantangan di masa yang lalu, bisa menjadi cerita yang indah saat ini, tapi…..waktu masalah itu datang, bisa sampe strees mikirnya.

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...


Leave a Reply