Episode Negeri Mimpi

Belajar dari Alam, Oleh-Oleh dari Wisata dengan Huruf L

Posted by Yainal on Oct 20, 2009 in The Journey, Travel Logs | 2 Comments

Belajar dari Alam Freiburg, GermanySelalu ada pengalaman menarik dan unik dalam setiap perjalanan, terlebih jika itu adalah perjalanan jiwa..

Kalimat itu pernah saya ucapkan kepada seorang teman, kawan dan sahabat. Entah dimana, lupa. Kalimat itu teringat di benak saya kembali ketika saya selesai melakukan perjalanan dan berwisata dengan huruf L beberapa waktu yang lalu. Begini ceritanya….

Awal minggu yang lalu, saya melakukan perjalanan kembali ke bumi laskar Jaka Tingkir. Tidak seperti biasanya, kali ini saya memilih untuk naik bis dan menelusuri jejak perjalanan yang dulu pernah saya lalui ketika awal masa kuliah di Jogja. Berangkat malam hari dari Jogja menuju Surabaya dan untuk selanjutnya melanjutkan perjalanan ke tujuan. Tidak banyak yang saya petik dalam perjalan pertama ini. Sejauh mata dan hati ini mengamati, saya hanya melakukan kilas balik terhadap apa yang sudah pernah jalani dulu. Hmm.. dunia sudah berbeda dengan apa yang saya alami dan rasakan dulu.

Tiga hari menikmati atmosfer di bumi para laskar Jaka Tingkir dan menyelesaikan urusan yang ada, saya pun memutuskan untuk kembali lagi ke Jogja. Pagi hari, tidak seperti waktu keberangkatan yang malam hari. Dan disinilah semua pelajaran hidup yang ada kembali berputar dan teringat selama perjalanan tersebut.

Pelajaran pertama saya adalah ketika saya dalam perjalanan menuju terminal Bungurasih, Surabaya. Di tengah perjalanan, setelah memasuki pintu tol Gresik – Surabaya, saya melihat banyak tumpukan karung-karung garam di pinggir jalan. Dan sejauh mata saya memandang, yang tampak adalah hamparan putih ladang-ladang garam yang laksana salju di negeri dongeng. Rupanya, ini adalah waktu panen para petani garam. Panas dan kering yang terasa menggigit dan menyiksa itu ternyata memberikan berkah tersendiri bagi umat manusia yang lain. Alam memang adil. Hujan pun bawa berkah, kering pun membawa berkah.

Sesampai di terminal Bungurasih, dan setelah beristirahat sejenak, saya pun melanjutkan perjalanan ke Jogja. Awalnya saya berharap bisa melihat dan mengabadikan suasana di pinggiran kawasan bencana Lapindo, tapi rupanya harapan itu tinggal harapan. Bis yang saya naiki rupanya melalui jalur yang berbeda. Rupanya “bencana alam” Lapindo itu pun memberikan pelajaran tersendiri. Jalan tol yang dikenal sebagai jalur cepat dan bebas hambatan itupun kali ini harus mengalah kepada alam. Dan bis pun harus menelusuri jalur lama yang memang untuk melaluinya itu butuh waktu yang lebih lama sampai tujuan. Dan perjalanan yang saya lalui pun berlanjut sampai akhirnya tiba waktunya beristirahat untuk makan sejenak.

Seusai rehat makan, bis pun melaju menembus hutan jati yang terbentang di antara Ngawi dan Mantingan. Ini bukan jalur yang asing bagi saya. Sudah berkali-kali saya melewatinya. Hanya saja, kali ini mata saya tertahan ketika bis berhenti tepat di depan Monumen Gubernur Suryo. Di tempat wisata itu, pandangan saya terpaku pada rimbun pohon jati yang meranggas. Hmm.. ingatan saya pun langsung terbawa ke salah pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dulu. Musim kemarau rupanya membuat pohon jati untuk meranggas. Menanggalkan riuh daunnya yang hijau dan keras itu demi sebuah perjuangan yang bernama hidup. Menunggu musim hujan tiba, untuk kembali tumbuh dan berkembang. Sebuah pelajaran dari alam lagi bagi saya…

Tiga pelajaran sederhana dari alam di atas, membuat otak saya ini untuk merangkai kembali maknanya. Mengisi kembali semangat dan menjadi katalisator untuk membuat diri ini lebih baik dari sebelumnya. Rupanya, alam mengajari kita tentang hidup dengan cara yang sederhana. Sayang, kadang kita lupa dan terlena dengan semua yang berbau wah atau bahkan menafikan kesederhaan atas nama gengsi, status ataupun ego.

*images : courtesy of myself, when I was in Freiburg, Germany… di tengah alam, perkebunan anggur.. :)

Comments

2 Responses to “Belajar dari Alam, Oleh-Oleh dari Wisata dengan Huruf L”
  1. mr.thanks says:

    saya cma penasaran dgn huruf “L”. benarkah seperti yg saya duga :)

  2. Yainal says:

    @mr.thanks
    apapun dugaannya.. ngangkringnya tetep di…. :)

Leave a Reply