Episode Negeri Mimpi

Creative Worker atau Knowledge Worker?

Posted by Yainal on Jun 5, 2008 in The Journey | 8 Comments

Be CreativeSekitar enam – tujuh tahun yang lalu, saya pernah (dengan bangganya) menempel label Knowledge Worker sebagai embel-embel dari status pekerjaan di kartu nama saya. Bukan apa-apa, saya tidak bekerja dalam satu perusahaan/lembaga tertentu dan kebanyakan juga independen. Terlebih, dalam pekerjaan yang dilakukan pun memang banyak yang memanfaatkan ilmu, pengetahuan dan kemampuan yang saya miliki. Masalahnya, tidak jarang orang bingung dengan status tersebut. Tapi tidak mengapa, setidaknya dengan pertanyaan berlandaskan kebingungan itu saya pun punya kesempatan menjelaskan tentang apa yang saya tawarkan.

Dalam perjalanannya, saya menggunakan embel-embel “knowledge worker” itu selama beberapa tahun. Dan setelah memiliki lembaga sendiri, saya pun mulai meninggalkannya – walau kadang masih menggunakannya juga. Sayangnya, lembaga yang saya rintis tersebut layu sebelum berkembang pada saat saya tinggalkan ke negeri dongeng.

Dari negeri dongeng yang nun jauh disana, saya pun kembali mencoba merintis sesuatu yang baru. Nafas baru yang rencananya akan menjadi cikal bakal dan bagian hidup perjalanan saya di negeri mimpi nantinya. Idenya masih kurang lebih sama, jualan ilmu, pengetahuan dan kemampuan. Tapi kali ini (pengennya) besifat yang lebih global. Mimpinya, saya (dan mungkin juga kita semua) lebih suka mendengar orang Indonesia itu lebih dikenal dengan kapasitas dan kemampuannya dibandingkan dari terkenal dengan tenaga kerja tidak terdidiknya. Untuk itu, dan atas nama mimpi (lagi), perjalanan hidup di negeri dongeng lebih banyak saya habiskan untuk aktivitas menggapai mimpi dibandingkan dengan studi yang harus saya lakukan.

Saat ini, saya sudah kembali dari negeri dongeng. Saya memang mengambil resiko untuk kembali sebelum waktunya. Setengah tahun (lebih) sudah waktu yang sudah saya habiskan untuk menghirup kembali udara negeri mimpi ini. Hasilnya apa? Alhamdulillah, perjalanan nafas baru saya itu sedikit demi sedikit mulai menunjukkan hasil. Bahkan kami sudah bisa punya basecamp sendiri. Ya.. (kadang) masih terseok-seok memang, tapi tidak mengapa. Itu bagian dari perjalanan..

Sekarang, jaman sudah berubah. Kemaren hari, sang Presiden sudah membuka Pekan Budaya Indonesia 2008. Dalam acara pembukaan itu, salah satu acaranya adalah penyerahan Cetak Biru Industri Kreatif Indonesia. Menurut berita yang beredar disana dan disini, sekarang ini jamannya industri kreatif. Kalau tidak salah, ada 14 sektor yang termasuk didalamnya dan Bandung merupakan penyumbang industri kreatif tertinggi.

Secara pribadi, saya mengakui bahwa memang ini jamannya industri kreatif. Hasil Mapping of the Indonesian Landscape and Trend Database yang kami lakukan dulu pun menunjukkan hal ini. Dan berhubung ruang gerak sekarang juga memiliki label kreatif, maka saya berharap bisa mendapatkan manfaat juga dari trend yang ada.

Nah masalahnya, apakah saya harus menggunakan label “creative worker”? *pertanyaan nggak penting*.

*setahu saya kok orang negeri mimpi ini masih memandang dan menghargai label “Manager”, “Direktur” dan yang setara dengan itu sebagai status pekerjaan…

*gambar diambil dari sini

Comments

8 Responses to “Creative Worker atau Knowledge Worker?”
  1. creative worker? istilah ini kayaknya lebih cocok ketimbang menggunakan label2 yang garang *halah* tapi kenyataannya justru hanya sekadar papan nama belaka. megah namanya, tapi tak pernah berbuat, hehehehe :lol:

    bagi sebagian orang, papan nama itu status dan mungkin juga prestise tersendiri..

  2. edratna says:

    Tergantung orangnya kok, kalau yang diajak mengobrol tahu, dia akan lebih menghargai kualitas…kan banyak yang Direktur-Direktur an, sekedar menulis di kartu nama, setelah diajak ngobrol tak menunjukkan posisinya.

    betul Bu.. sayangnya, saya masih sering ketemu yang tidak tahu.. hehehe.. :)

  3. FAD says:

    Yah kadang kita perlu tunjukin label label itu ke orang lain, tapi ada kalanya gak usah di tunjukin…lihat sikonlah..

    setuju, situasi dan kondisi pun memang menjadi pertimbangan juga..

  4. syaeful 96 says:

    wah, selamat ya kang. dadi juara saiki… :D

    juara dalam berita? .. :D

    *matur nuwun..

  5. gde sebayu says:

    Dan seringkali embel2 direktur, manajer dll malah membelenggu diri dan pada akhirnya embel2 tersebut tidak menjadikan diri menjadi knowledge creative muncul.

    selamat kang iso dadi juara 3….hehehe

    saya percaya kreativitas itu ada pada setiap orang, sekecil apapun itu.
    permasalahannya, mereka yang bekerja “di luar” arus yang ada ini seringkali kebingungan bagaimana mengenalkan dunia yang sedang mereka jalani ini..

    *makasih.. lain waktu jadi juara 1 deh.. :)

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. [...] itu.. dan kita ini termasuk dalam kategori orang kreatif Reng.. “, kata Petruk [...]

  2. [...] Yainal Abidin Creative Worker atau Knowledge Worker Peneliti Teknologi Informasi Profesi Paling Dicari di Eropa Fair Trade sebagai salah satu strategi [...]

  3. [...] Creative Worker atau Knowledge Worker? [...]



Leave a Reply