Episode Negeri Mimpi

Kidung Tawa Roro Aisyah Paramesti Maharani Ndari

Posted by Yainal on Jan 26, 2010 in The Journey | 0 Comments

Big Family Trip

“Kok bukan namaku sih yang ditulis disitu? Kan bagusan namaku…”, ucap gadis kecil itu ketika melihat saya sedang mencetak sebuah contoh Skills Passport, sebuah pengakuan atas kompetensi seseorang di luar bidang pendidikan formal yang dimilikinya.

“Ehh.. mang nama kamu siapa?”, tanya saya.

“Roro Aisyah Paramesti Maharani Ndari. Awasss.. jangan sampai salah menulisnya.. ”, ucap sang gadis kecil itu.

Hahaha.. saya pun tertawa mendengar ocehannya itu sambil menuliskan nama yang disebutkan oleh gadis kecil itu di contoh Skills Passport yang sedang saya buat.

*****

Roro Aisyah Paramesti Maharani Ndari adalah nama gadis kecil yang juga menemani perjalanan hidup kami. Nama yang sangat indah dan sarat dengan makna. Namun begitu, kami hanya biasa memanggilnya Pingky. Itupun karena dia sendiri yang ingin kami memanggilnya begitu, sesuai dengan kesukaannya terhadap apa aja yang berwarna pink. Kenapa dia menyukai warna itu, saya tidak pernah bertanya.

Dalam usianya yang masih menginjak angka 3 tahun, Pingky adalah gadis kecil yang memiliki ketertarikan yang sangat tinggi pada sesuatu hal yang baru. Awalnya, seperti layaknya pandangan terhadap seorang anak kecil, hal itu kami anggap biasa saja. Namun lama kelamaan, sangat terasa bahwa rasa keingintahuan dan ketertarikan yang dimiliki oleh Pingky terhadap hal yang baru ini melebihi yang seharusnya. Jadi, kadang kami pun merasa dia adalah anak yang bandel dan nekad dalam melakukan sesuatu.

Nah, meski serasa bandel dan nekad, satu yang menarik dari pingky adalah karakternya sebagai seorang pembelajar yang cepat dan tangguh. Tidak jauh beda dengan Tengku Maulana a.k.a Teelo, dia juga termasuk gadis yang tidak mau kalah ilmu dan pengetahuan dengan yang lainnya. Dan tanpa segan, jika dia ingin tahu atau belajar sesuatu, dia akan bertanya kepada saya atau siapapun itu yang dianggap dia mampu.

Di sisi lain, senang bergaul dengan siapa saja dan tanpa memandang strata ataupun kedudukan adalah salah satu karakter lain yang dimiliki oleh Pingky. Hasilnya, Pingky memiliki banyak teman dari berbagai kalangan yang tersebar di berbagai tempat. Seringkali, kami sendiri pun heran dari mana dia bisa kenal dengan teman-temannya itu. Dan saking banyaknya teman yang dimilikinya, kadang dia sendiri pun bingung untuk menolak permintaan bermain bersama dari teman-teman yang dimilikinya. Hahaha..

Ya, bagi Pingky, hitam, putih ataupun abu-abu hanyalah warna dunia dari teman-teman yang dimilikinya. Dia percaya, dibalik setiap warna yang ada itu pasti ada kebaikan tersendiri, meski hanya setitik kecil. Dan sudah menjadi tugasnya untuk memberitahu dan mengarahkan teman-temannya itu jika ada yang berbuat salah. Tak jarang, kami menjumpai bahwa dia sedang menghukum beberapa temannya yang sedang berbuat salah. Saya rasa, sifat inilah – terlebih sifatnya yang selalu berdiri paling depan jika ada masalah – yang membuat dirinya menjadi pemimpin tersendiri di antara teman-temannya tersebut.

Anyway, waktu yang bergulir membuat Pingky yang sekarang adalah benar-benar menjadi seorang Roro Aisyah Paramesti Maaharani Ndari. Seorang gadis pemimpin yang selalu berdiri di depan dan memberikan contoh yang baik bagi kehidupan. Dan seperti judul lagu dari Peterpan, sebuah nama sebuah cerita.. saya pun ingin mendengar lagi untaian tawa lepasnya ketika dia berhasil mempelajari sesuatu yang baru.

*remembering triple M of Sunan Kalijaga – momong (persuasif), momor (komunikatif) dan momot (akomodatif)

Leave a Reply