Maaf, Saya Harus Melangkah
Ego itu telah lama beradaptasi atas nama dunia dan mimpi. Ego itu telah lama pula bermetamorfosis… atas nama toleransi, tanggung jawab, hak, kewajiban, kebersamaan, dan bahkan kata sakral “cinta“.
Atas nama Libra, sang Ego berusaha untuk tidak ragu, dan konsisten selayaknya Cancer. Bersama dengan Scorpio, sang Ego berjalan dengan rencana dan mimpi, setapak demi setapak mencapai tujuan. Atas nama Leo, sang Ego berusaha menjadi pemimpin. Dan atas nama Aquarius dan Virgo, sang Ego berusaha menjadi sempurna. Menikmati hidup dan berpetualang seperti layaknya sang Sagitarius.
Atas nama satu koordinat dalam satu ide, sang Ego pun pernah sekali lagi kembali bertanya, “Untuk apa?“
Dan sang Pelangi, dalam belutan awan putihnya berkata, “Tidak usah dijawab. Terkadang ada pertanyaan-pertanyaan yang memang tidak membutuhkan jawaban.“
Saat ini, jalan panjang dan berliku itu telah terlihat di depan mata. Dibutuhkan banyak energi positif untuk melaluinya. Dibutuhkan pula ketenangan batin yang lebih dari kemaren-kemaren untuk menapakkan kaki, selangkah demi selangkah.
Mau tidak mau, sang Ego pun harus memilih dan membuat keputusan. Berat memang, karena ini berarti mundur satu langkah ke belakang. Apalagi jika melihat apa yang telah terjadi dan dilakukan selama ini.
Saya.. sang pemilik Ego.. dengan terpaksa harus berkata, “Maaf, saya harus melangkah“.
Saya memilih mundur satu langkah ke belakang untuk empat langkah kedepan. Apapun konsekuensinya…
Note:
Selamat menempuh hidup baru buat Hasyim, sang sobat dan adik angkat tersayang yang akan melangsungkan pernikahannya esok hari 29 Desember 2007. Maaf, saya tidak bisa hadir…















Artikel-artikel di blog ini bagus-bagus. Coba lebih dipopulerkan lagi di Lintasberita.com akan lebih berguna buat pembaca di seluruh tanah air. Dan kami juga telah memiliki plugin untuk Wordpress dengan installasi mudah. Salam!
http://www.lintasberita.com/Lokal/Maaf_Saya_Harus_Melangkah/