Episode Negeri Mimpi

Pelangi, Salsabila dan Mimpi

Posted by Yainal on Jul 23, 2008 in The Journey | 8 Comments

Surat“Kita bisa pesen roti kapan saja,” kata saya. “Tapi,” saya lanjutkan, “kita nggak bisa pesen pelangi supaya nongol seperti maunya kita.”

Diskusi singkat Paman Tyo dengan istrinya diatas kembali teringat di kepala saya pagi ini. Entah kenapa… saya suka dengan kalimat tersebut. Mungkin karena ada rekan yang pernah mengidiomkan diri saya dengan pelangi, atau mungkin juga karena yang lain. Yang jelas, pelangi – bagi saya – seperti layaknya sebuah mimpi yang ingin saya nikmati dengan segala keindahannya. Masalahnya, mimpi itu tidak bisa muncul seenaknya sendiri dan diperlukan usaha untuk mencapainya plus kondisi yang mendukungnya. Seperti pelangi!

Seperti pelangi pula, Forum Pemuda Anti Korupsi (FPAK) dan Kemitraan Partnership menggelar kampanye anti korupsi di Yogyakarta pada tanggal 15-16 Juli 2008 yang lalu. Saya, yang sedang berkelana di Jawa Timur sana, mengetahui hal ini dari salah seorang rekan melalui sebuah pesan singkat (SMS). Kemaren hari, saya melihat beberapa materi yang digunakan dalam kampanye tersebut. Satu yang menarik perhatian saya adalah surat yang ditulis oleh Salsabila Syadza Az-Zahra, pemenang lomba menulis Surat Kepada Bapak Presiden.

Berikut surat yang ditulis Salsabila tersebut…

Yogyakarta, 25 Mei 2008

Untuk Pak Presiden
di Jakarta.

Assalamu’alaikum wr.wb.

Bapak Presiden yang baik, semoga Bapak dalam keadaan sehat. Semoga bapak tidak capek mengurus rakyat Indonesia. Semoga Allah SWT selalu melindungi Bapak. Amiin.

Bapak Presiden yang gagah. Nama saya Salsabila Syadza Az-Zahra. Kelas 3 MIN Yogyakarta II. Saya senang sekali bisa menulis surat untuk Bapak. Apakah cita-cita Bapak waktu kecil memang ingin menjadi presiden? Apakah Bapak punya piala banyak waktu kecil? Kata Bunda, kalau sejak kecil sudah sering berprestasi nanti kita bisa menjadi orang hebat. Oh iya, saya punya piala 12 lho Pak. Tapi saya tidak ingin jadi presiden. Saya ingin menjadi profesor yang bisa menciptakan es krim dari air hujan. Agar anak-anak Indonesia bisa makan es krim tanpa harus membeli. Karena teman-teman saya banyak yang tidak bisa beli es krim. Kasihan ya Pak…

Bapak Presiden yang bijaksana,

Saya kan sudah bisa baca. Saya sering baca di koran ada kata-kata korupsi. Kata bunda korupsi itu pencuri uang rakyat miskin. Wah, kasihan teman-teman saya yang bapaknya Cuma tukang becak pantesan ia tidak bisa beli es krim. Ternyata uangnya dicuri sama koruptor. Ayo dong Pak, beri mereka hukuman yang berat. Apakah Bapak juga benci oang korupsi?

Bapak Presiden yang hebat. Kenapa harga BBM naik terus. Di buku IPA saya dijelaskan bahwa Indonesia itu kaya dengan sumber minyak bumi. Lalu kenapa bisa mahal Pak? Saya bingung, orang tua saya juga ikut bingung. Kasihan ayah saya, motornya harus dibelikan bensin walaupun mahal harganya. Ayo dong Pak beri yang murah. Bapak kan Presiden. Bapak pasti bisa melakukan apa saja. Ya kan Pak?

Bapak Presiden yang pintar. Saya punya perpustakaan di rumah. Teman-teman saya suka datang ke sini untuk membaca, karena mereka tidak bisa membeli buku bacaan yang bagus. Oh iya Pak, saya dengar Ibu presiden baru membagi-bagikan buku untuk anak-anak Indonesia ya Pak. Tolong sampaikan kepada Ibu agar saya juga dikirimi bukunya. Teman-teman saya yang membacanya pasti senang. Saya juga mau menjadi penulis lho Pak. Agar buku-buku saya bisa dibaca oleh teman-teman tanpa harus membelinya. Gratis lho Pak.

Wah, saya sudah capek nih nulisnya. Sudah dulu ya Pak. Daagh…..Saya tunggu lho Pak suratnya. Kapan Bapak ke sekolah saya? Teman-teman saya pasti senang sekali.

Wassalamu’alaikum wr.wb

Salam sayang,

Salsabila

Jika Salsabila memiliki mimpi seperti yang ditulis dalam suratnya diatas, apa mimpi Anda untuk Indonesia?

*gambar diambil dari sini dan selamat Hari Anak Indonesia..

Comments

8 Responses to “Pelangi, Salsabila dan Mimpi”
  1. saya hanya bisa ikut berdoa, mas yain, semoga salsabila kelak bisa mengikuti jejak para pendahulunya utk duduk di singgasana kepresidenan, hehehe :lol:

    aminnn… semoga harapan pak sawali bisa jadi kenyataan nanti.. :)

  2. Paman Tyo says:

    Surat yang mengetuk. Apakah terketuk sudah cukup? Salsabila berharap. Presiden semoga sangat amat tanggap: memenuhi harapan rakyat.

    betul paman.. terketuk saja mungkin tidak akan cukup.. meski begitu, terketuk adalah awal dari terbukanya pintu hati..

  3. Sebenarnya yang di tulis salsabila adalah impian banyak orang di negeri ini, semoga secepatnya kita bisa ketemu seorang pemimpin seperti yang diimpikan salsabila

    aminn.. *ikut berdoa*

  4. edratna says:

    Surat yang menyentuh hati….

    Pelangi memang indah, namun untuk bisa melihat pelangi, mesti hujan dulu…..jika cuaca cerah tak ada pelangi.

    betul bu, diperlukan kondisi tertentu agar kita bisa melihat pelangi.. :)

  5. Rafki RS says:

    Asalkan kita berani memimpikannya maka pastilah suatu saat mimpi itu akan jadi kenyataan.

    setuju pak.. :)

  6. uwiuw says:

    mimpi untuk indonesia ? yg pasti sebagaimana salsabila, sedikit banyak mewakili hati nurani :) .

  7. khofia says:

    Bener postingan yang menyentuh dan sangat berharga… saya tidak mau dengar gombalan bahwa seorang presiden mau membaca sms dari rakyatnya. saya hanya mau tau, apakah seorang presiden bena2 tersentuh hatinya oleh kesusahan yang dialami oleh rakyat yang sedang dipimpinnya?

  8. yah, buat gw, harapan yang terbesar adalah negeri ini merdeka, negeri ini bisa hidup dengan kekuatan bangsanya, negeri ni tidak dirampok kekayaannya dan kita dibodohi oleh penguasa….
    :D

Leave a Reply