Jogja Dalam Pariwara, Konten Lokal Rasa Nasional
Apa yang ada di benak Anda jika mendengar kata “Jogja”? Kota Pendidikan? Kota Pelajar? Kota Budaya? Atau kah yang lainnya?

Jogja, yang (hampir selalu) identik dengan kebudayaan tradisionalnya, memang serasa memiliki magnet tersendiri dan rasanya akan selalu menarik bagi siapa saja.
Bagi saya, Jogja bukan sekedar kota dimana saya (pernah) menuntut ilmu. Jogja bukan hanya sekedar tempat dimana saya menikmati atmosfer kreativitas dan kebebasan berpikir. Jogja bukan hanya sekedar tempat mengais rejeki. Jogja bukan sekedar Malioboro, Keraton, dan Parangtritis saja. Jogja adalah semua dan terlalu banyak kata yang bisa mewakili dan menjelaskan tentang Jogja.
Apa yang saya rasa diatas, rupanya terekam dengan baik dalam Pekan Iklan (Pekik) 2008 yang diselenggarakan oleh mahasiswa D3 Jurusan Periklanan Komunikasi UGM. Kebetulan, kali ini Pekik 2008 mengambil tema “Jogja dalam Pariwara”. Sebuah tema lokal berusaha untuk mengusung konten-konten lokal yang saat ini semakin pudar akibat serbuan konten-konten bertema nasional ataupun internasional.

Banyak hal menarik yang saya jumpai selama beberapa saat mengunjungi Pekik 2008 ini. Selama beberapa saat, saya dihadapkan dengan kreativitas a la Jogja. Sesekali tersenyum, sesekali tertawa dan sesekali mengerutkan dari untuk mencoba memahami pesan yang disampaikan melalui karya-karya kreatif a la Jogja.
Apa yang saya jumpai ini, memberikan pemahaman baru kepada saya. Produk-produk (dan tema-tema) lokal pun bisa terasa lebih berbunyi walau hanya dengan sentuhan kreativitas lokal.
Lihat saja beberapa hasil kreativitas di Jogja dalam Pariwara berikut ini.

Juru Supit BOGEM

Kado Kita

Kopi Jos
Hmm.. rasanya tak salah jika kemudian saya mengutip kata-kata S.Y. Eri Kuncoro, Ketua PPPI Pengda DIY bahwa:
“Salah satu kekuatan paling besar yang kita punya untuk mengejar ketertinggalan adalah dengan kreatifitas karena penciptan kreatifitas tidak bisa dilakukan dimana saja tidak mengenal tempat, sehingga pencapaian kreatifitas yang baik merupakan kekuatan kita untuk bisa lebih menonjol dari yang lain”
Tautan terkait:
- Jogja dalam Pariwara 2008 (photo)















Wah sayang ak ra tekho, lah ra weruh nak ono acara koyo kui
mesti kokehan proyek ki..
terimaksih sudah datang ke acara kami….
suatu penghargaan bagi kami,seluruh panitia, kalo kmd karya2 kami bisa dinikmati…
btw kalo boleh tau mas yainal kerja di periklanan jg?