Virtual Work: Bekerja di Dunia Maya versi Saya
Dulu.. ketika jaman internet masih menjadi mahluk langka, saya sudah berkenalan dengannya. Dulu.. ketika internet masih dipertanyakan manfaatnya, saya sudah berteman dengannya. Dan dulu, saya pun pernah bermimpi bahwa suatu ketika saya akan bisa bekerja dimanapun dan kapanpun saya mau. Dan bekerja di dunia maya? Itu hanya salah satu pilihan yang ada.
Kalau mau jujur, masih banyak pandangan skeptis mengenai hal itu. Mulai dari pekerjaan yang nggak jelas juntrungannya sampai ke pendapatan yang tidak jelas. Pandangan umum yang ada pun masih dikuasai dengan pendapat (atau persepsi) bahwa bekerja adalah bekerja. Bangun pagi, mandi, berangkat ke kantor, duduk (manis?) dan kemudian pulang sore hari untuk kemudian mengulang ritme yang sama di keesokan harinya.
Di lain pihak, banyak pula (baik perusahaan ataupun individual) yang sudah merasakan manfaat dan mendulang pundi-pundi uang disitu. Mereka bisa memanfaatkan ceruk peluang yang ada dan mengambil sedikit keuntungan darinya.
Bagaimana dengan saya?
Selama di negeri dongeng ini, saya memang dikaruniai kesempatan dengan akses internet yang berlimpah. Surganya internet, kata salah seorang rekan saya.
Dan saya mungkin hanya satu diantara sekian banyak orang yang memanfaatkan internet sebagai lahan menggali ide dan peluang. Saya (setidaknya saat ini) bukanlah the real internet marketer, search engine optimizer ataupun affiliates seller. Oh ya, saya juga bukan proffesional blogger. Lapangan kerja yang terakhir ini kelihatannya sedang naik daun. Diakui atau tidak, model-model kerja ini adalah dambaan bagi sebagain orang yang rindu ”kebebasan” dan fleksibilitas ketika bekerja.
Saya juga bukan pekerja kantoran (tetap) seperti layaknya kebanyakan rekan-rekan saya yang lain. Sekian tahun yang lalu, saya memang sudah menyelesaikan pendidikan saya dengan titel terhormat, Sarjana Tenik atau disingkat S.T.. Sayangnya (atau untungnya?) nasib saya (mungkin) tidaklah seberuntung rekan-rekan saya yang lain. Dan saya, didewasakan oleh dunia dengan itu.
Lha trus, apa yang saya lakukan di dunia maya?
Simple words, saya adalah penjual data dan informasi. Ya… informasi, setidaknya itu yang saya coba lakukan. Dan satu hal yang pasti, saya bukan wartawan atau reporter.
Dalam dunia maya ala saya, Saya mengumpulkan data dan informasi yang ada (offline dan online), mengelompokkannya, sesekali waktu terkadang membumbuinya dengan sedikit (atau banyak) analisa tertentu, menuliskannya kembali dalam bentuk yang diinginkan dan mengirimkannya ke pihak yang membutuhkan (atau yang memesannya).
Cuman itu? Bukan! Masih ada beberapa hal lain yang saya lakukan melalui dunia maya. Itupun terjadi karena tidak sengaja…
So, apakah duduk di tepi pantai sambil mendengarkan lagu kesayangan dan ditemani dengan unlimited wireless interenet connection menjadi salah satu mimpi Anda pula? Let me know about it..















itu namanya mas Inal memberikan jasa data intelligent. Di sini juga banyak yang butuh seperti itu.
benar Pak.. bermain data intelligent … btw, bisa bagi info mengenai pasar data intelligent di Indonesia Pak?
saya kurang tahu mas. Beberapa kali ada yang minta jasa itu ke kami. Tapi kami tidak tahu bagaimana pasarnya
makasih informasinya Pak..
iya nal, diindo internet masih barang langka dan lumayan mahal, kualitas sambungannya juga kurang menggembirakan.
Paling asik bisa kerja dirumah, ada saran gak nal, istri gw gak mau kerja di kantor, gak ngerti penginnya apa, mungkin bisnis online bisa mengubah cara pandang doi. Danke nal sebelumnya.
hmmm.. internet di indo sebenarnya sudah bukan jadi barang langka dan mahal. kalo dulu bisa dikata iya, tapi sekarang? semakin hari semakin mumpuni dan semakin murah kok…
secara pribadi, koneksi yang aku pake sekarang pun tidak jauh berbeda dengan koneksi KabelBW yang aku pake dulu ketika di negeri dongeng.. baik itu dari sisi speed ataupun biaya..
btw, untuk saran.. ada banyak jalan ke karlsruhe kok.. terlebih jika kita mau kolaborasi deutschland und indonesien.. tertarik? ..