6 Tips untuk Memasarkan Diri (sebagai Pekerja Independen)
Posted by Yainal on Aug 2, 2008 in Working Independent
“gimana cara blogger amatir [utk membedakan dg yg bayaran] mesti memasarkan diri?” – komentar dari ndoro kakung dalam salah satu tulisan saya
Jika pertanyaan diatas diperuntukkan bagi mereka yang ingin memasarkan blognya, maka tidak banyak yang bisa saya jawab. Meski begitu, jika pertanyaan itu diperuntukkan bagi mereka yang (kemampuan) dirinya melalui blog, maka menurut saya adalah pahami terlebih dulu kemampuan diri dan target pasar yang ingin kita tuju.
Terdengar sederhana? Memang. Tapi itulah yang efektif dalam prakteknya. Dan meski kita sudah sering mendengar saran yang serupa, kita pun acapkali lupa dan tidak melakukannya.
Memahami target pasar itu kadang seperti bermain tebak kata (berhadiah?). Terkadang, itu juga serasa membuang waktu dengan percuma. Beberapa dari rekan yang baru saja melangkahkan kaki di dunia pekerja independen sering mengungkapkan hal itu. Bekerja secara independen bisa dibilang identik dengan menjual kemampuan diri. Dan tanpa mengetahui kemampuan diri sendiri, maka susah juga rasanya untuk memahami target pasar yang ada. Dan secara pribadi, itu adalah gabungan antara data, informasi, feeling, sense, intuisi ataupun insting.
Lalu, kalau masih bingung bagaimana? Berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa membantu menemukan target (dan memasarkan diri):
- Mantan Klien (jika sudah ada)
Ini adalah pilihan pertama dan seringkali adalah tempat terbaik untuk mencari tahu lebih dalam lagi tentang target market yang kita tuju. Bagaimana melakukannya? Kuesioner, chat secara formal/informal ataupun cara yang lainnya. Tanyakan mengapa mereka mau bekerja dengan kita, mengapa mereka memilih kita dan bagaimana kualitas kerja yang kita miliki. - Blog dan mailing list
Jika Anda memiliki blog, dan blog tersebut memiliki pembaca setia, maka tanyakan kepada mereka. Salah satu langkah sederhana adalah dengan memalukan polling/jejak pendapat. Beberapa rekan melakukan itu secara implisit dengan, tema jejak pendapat tertentu misalnya. Atau bisa juga dengan melakukan posting tema tertentu dan kemudian melihat komentar yang muncul. Setidaknya, dengan melakukan ini maka kita bisa memetakan demografi pembaca dari blog tersebut. Hal yang sama bisa juga dilakukan di mailing list. - Jejaring Sosial
Jika salah satu tujuan dari ”menjual” kemampuan diri itu adalah ke public, maka jejaring sosial bisa memberikan multiplier effect yang tidak kita duga. Di dunia nyata, jejaring sosial ini bisa jadi berbentuk jaringan teman yang kita miliki, jaringan keluarga ataupun arisan bersama tetangga. Sementara di dunia maya, ada banyak aplikasi yang tersedia. Untuk case Indonesia, Multiply dan Friendster masih mendominasi. Nah, permasalahannya seringkali orang yang pertama kali ”terbius” oleh dunia maya lupa bahwa jejaring sosial ini tidak hanya ada di dunia maya saja. Ada beberapa target market industri yang tidak mempunyai cukup waktu untuk ber-online ria. - Pameran dan even-even lain yang diadakan oleh industri tertentu (workshop, seminar, dsb).
Ini adalah salah satu lahan berburu yang baik. Kenapa? Target market-nya jelas, baik yang ikut maupun yang datang. Selain itu, efektif dalam penggunaan waktu. Seringkali pula, di dalam pameran (atau even-even yang lain) itu kita mendapatkan beberapa data mengenai perkembangan yang terbaru dalam industri. Termasuk kebutuhannya. Dan jika kita jeli, maka kita bisa mengambil keuntungan dari sini. - Laporan berkala perkembangan industri (market research, trade paper, trend report, dsb.).
Mengamati trend terbaru bisa jadi menjadi salah satu langkah fantastis untuk selalu unggul dengan pesaing. Tidak banyak yang menyediakan ini di Indonesia. Meski begitu bukan berarti tidak ada jalan. Banyak lembaga asing di luar sana yang memberikan ini secara ”gratis”. Dan jika ini dilakukan, kejelian juga diperlukan. Kenapa? Tidak semua trend yang berjalan di luar sana bisa juga berjalan di Indonesia. Kalaupun bisa, ada adaptasi yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi lokal.
Nah.. jika dari beberapa hal kita sudah menemukan kemana kita akan bergerak, trus ngapain?
Lakukan aksi! Kita tidak pernah bisa mendaki gunung hanya dengan memandanginya.
* once again, NOL kilometer… dan gambar diambil dari sini












mas, ada order baru lagi nggak? hehehe.. coba terapin langkah no.1
ten point seven | Aug 3, 2008 | Reply
tips memasarkan diri? palingan cuman nulis yang baik2 di CV yang kita kirim pas ngirim lamaran…
khofia | Aug 3, 2008 | Reply
utk jejaring sosial, jangan lupakan facebook. ini jejaring yg makin hari makin banyak penggunanya. lainnya mah sudah jadul banget.
anton | Aug 3, 2008 | Reply
waduhh,, saya belum mau memasarkan diri..
hehehehe
nana | Aug 4, 2008 | Reply
om, pasarkan saya dong. need job. keahlian: ibu rumah tangga yang dapat menyelesaikan order dari rumah.
luhde | Aug 6, 2008 | Reply
Saya baru mencoba memahami siapa yang paling banyak nge hits blogku…ternyata kok acara jalan-jalan ya…hahaha.
Padahal inginnya memasarkan diri dalam hal manajemen…tapi kayaknya kok masih efektif melalui mouth to mouth…..
edratna | Aug 17, 2008 | Reply
memasarkan diri???dagangan kali ya???
nanti di kira ppenjilat. memang perlu kita memasarkan diri untuk kemajuan karir. karena biar atasan tau kinerja pegawai, seandainya memang kinerjanya baik supaya di naikkan gajinya atau jabatannya.
Upriyanto | Oct 31, 2008 | Reply