(Bekerja dan Berjibaku bersama) Klien dan Pekerja Independen
A good working partner is essential.
Saya rasa, pemahaman mengenai kalimat diatas harus dimiliki baik oleh sesama pekerja independen maupun juga klien. Baik sesama pekerja independen (yang sedang bekerja dan berjibaku) ataupun klien, mereka adalah mitra. Dan dalam pandangan saya, jika sesama mitra saja selalu gelut atau gontok-gontokan maka bagaimana komunikasi kerja bisa terjalin dengan baik?

Perhatian, penghargaan dan pemahaman terhadap satu sama lain adalah salah satu kunci bagi terciptanya tim kerja yang solid. Selain itu, perlu juga membuat pihak lain merasa nyaman.
Sebagai kolaborator, seringkali saya tidak bekerja sendirian. Dibelakang saya ada beberapa rekan kerja yang mendukung saya. Kebanyakan diantara mereka adalah pekerja independen. Dan memang harus saya akui bahwa mereka yang dibelakang saya ini banyak sekali macam jenis kemampuan. Karateristik mereka pun tidak bisa disamakan satu sama lainnya. Disini letak seninya, dan seringkali kepercayaan, fleksibilitas dan keterbukaan menjadi kata kunci dalam ritme kerja yang ada.
Di sisi lain, klien pun bermacam pula jenisnya. Dan kami pun tidak bisa menyamakan klien yang satu dengan yang lainnya. Dalam bilik kerja kami (time-frame based), biasanya kami membagi klien menjadi 2 (dua) tipe utama: klien jangka pendek dan klien jangka panjang.
Klien jangka pendek, dalam pemahaman kami, adalah tipe klien retail dan biasanya one time project. Bisa jadi ini berasal dari mantan klien atau juga klien baru yang datang (dan sudah mengetahui kami adanya). Biasanya menangani tipe klien ini lebih mudah. Kerjaan sudah pasti apa (biasanya scope of work udah jelas) dan yang lebih utama adalah mereka sudah mengetahu tentang kapasitas yang kami miliki. Dan biasanya, klien-klien tipe ini adalah klien cash flow bagi kami.
Di sisi lain, klien jangka panjang adalah klien yang akan datang. Baik itu yang sedang kami prospek ataupun yang secara tidak langsung kami melihat peluang untuk itu. Menangani tipe klien ini gampang-gampang susah. Kenapa? Ada faktor ketidakpastian disana dan biasanya dibutuhkan effort yang lumayan banyak, baik itu tenaga, waktu ataupun pikiran.















beradu argumen demi kepentingan jibaku itu juga penting